Sabtu, 05 Agustus 2017

Resep Boribis


APA ITU BORIBIS?

Boribis adalah nama atau sebutan untuk sejenis makanan khas bagi komunitas kecil masyarakat yang mendiami wilayah di ujung timur Propinsi Sulawesi Tengah, yakni masyarakat  Lamala-Balantak. Boribis berbahan dasar Popurun (Tepung Sagu) yang diolah secara sangat sederhana dan hanya dengan campuran parutan Kelapa. Sekilas dari tampilannya makanan ini kelihatan tidak istimewa, tapi jika disajikan dengan lauk ikan asin, maka disitulah anda melihat surga..he..he..he…. setidaknya begitulah kata teman saya..he..he.he..
Bisa saja makanan seperti ini ada di tempat-tempat atau daerah lainnya, dan mungkin hanya nama atau sebutannya saja yang berbeda. Karena itu dalam kesempatan ini kami tidak membahas asal usul makanan ini, tetapi kami hanya mengulas secara singkat tentang nama dan resep kuliner yang sudah lazim atau dikenal luas dalam komunitas masyarakat Lamala-Balantak, yakni Boribis.

Baik, mari kita simak cara membuatnya!  

BAHAN:  
·         Popurun                      2 Takar
·         Parutan Kelapa           1 Takar
·         Santan                         ½ Takar
(Takaran terserah anda, untuk contoh ini sy pakai saja gelas 200 cc biar gampang)   

RESEP:
  • Jika semua bahan diatas telah siap, panaskan wajan beberapa saat (Jangan lama). Jika tidak ada wajan, maka harus melakukan langkah-langkah berikut; Ketika anda berada di dapur, buka jendela yang ada di dapur dan berteriaklah. Jika dapur anda tidak ada jendela, maka keluarlah dari dapur dan berteriaklah. Apa yang diteriakkan? Ya.. berteriaklah kepada tetangga anda, katakan, “Woi mobolos Dobong”. Itu merupakan mantra yang harus anda teriakkan jika di dapur anda tidak ada wajan. Pastikan teriakan anda didengar oleh tetangga, supaya dalam waktu yang tidak lama maka wajan akan berada di dalam dapur anda. Ini sudah terbukti berhasil, semua tergantung keseriusan atau kesungguhan anda dalam melapalkan mantra itu.
  • Langkah selanjutnya tuangkan sedikit parutan kelapa ke dalam wajan kemudian aduk-aduk supaya mengenai bidang wajan seluas-luasnya, ini dimaksudkan supaya sari santan dari sedikit parutan kelapa itu dapat melumasi wajan biar tidak lengket.
  • Setelah beberapa saat tuangkan Popurun secara bertahap sedikit demi sedikit sambil diaduk rata, jangan sampai ada yang menggumpal. Gumpalan ini disebut Bokotil… sangat haram hukumnya dalam pembuatan Boribis. Terus lakukan tuang sambil aduk secara bertahap, secara perlahan, dengan sedikit kesabaran, sampai semua Popurun habis.
  • Pengadukan sebagaimana pada poin diatas tidak boleh berhenti… sekitar 15-20 menit untuk jumlah sesuai takaran diatas. Semakin besar jumlah bahannya, tentu semakin lama prosesnya sampai matang merata.
  • Langkah selanjutnya, tuangkan Parutan Kelapa dan terus aduk;
  • Parutan kelapa yang terbaik adalah yang baru saja diparut, dan buah kelapa-nya diminta dari tetangga. Lho kok..? Iya… kalau diminta ke tetangga kan tidak ada ongkos to? Ya kan?
  • Kemudian sambil terus diaduk, tuangkan santan dengan cara dihambur-hamburkan sedikit demi sedikit ke permukaan adukan terus aduk sekitar 5 menit lagi; dan
  • Berhenti diaduk dan sekarang tekan-tekan permukaannya supaya aga padat. Dalam bahasa Inggris ini disebut ‘PenJepa’an.
  • Matikan api, biarkan sampai hangat, maka Boribis siap disajikan bersama Ikan Asin.
Demikianlah cara Membuat Boribis ala masyarakat Kale, Kun, dan Li’ou'.....hi..hi..hi... Waah dimana itu....? Itu bagian wilayah desa Nipa (Klikdisini untuk mengetahui sejarah Desa Nipa).
Oh ya… diatas itu resep dasarnya. Anda bisa mengembangkannya. misalnya untuk santan yang disiram/ditaburi paling akhir, bisa diganti dengan Gula merah/Gula batu, Pisang, Keju, dll. Terserah anda berkreasi, tapi jika Komilu alias Mandan alias koit, penulis tidak bertanggung jawab ya…!!
Terima kasih.



Daftar Bacaan Wajib Silahkan Klik Link Berikut:
1. Sejarah Desa Nipa
2. Balaa' Di Molino 1918
3. Daftar Kepala Desa Nipa




Tidak ada komentar:

Posting Komentar